UTS KAJIAN BUDAYA (2 Nov 2010)
PARAMITHA NURAPRILIANI (180610090065) / Sastra Jepang
Perbedaan bahasa merupakan jurang pembatas untuk memahami kebudayaan. Namun karena perbedaan tersebut, orang-orang berusaha memahami bahasa sebanyak yang mereka bisa untuk kepuasan tersendiri. Contohnya adalah untuk menikmati bentuk hiburan yang sudah mendunia dari Jepang yaitu anime dan manga. Bahasa merupakan media yang vital bagi pemahaman budaya. Dalam kasus ini, ada beberapa pihak yang terlibat dalam menjembatani budaya Jepang agar dapat dinikmati secara meluas yaitu manga scanlation dan translation, dan anime subber dan dubber.
Anime (アニメ) (baca: a-ni-me), abreviasi dari anime-shon (アニメーション) adalah animasi khas Jepang yang dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang. Masyarakat Jepang sangat antusias menonton anime dan membaca manga, dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka menganggap anime sebagai bagian dari kehidupan mereka. Tidak sedikit yang orang yang pergi ke Jepang untuk belajar mengenai pembuatan anime (dan manga tentunya) karena tertarik setelah melihat berbagai anime yang telah menyebar ke berbagai pelosok dunia. Sesuai dengan poling Baka-Updates Manga yang berakhir pada 5 Februari 2006, anime berperan penting dalam penyebaran dan pengenalan manga sebesar 54.4%, diikuti oleh teman sebesar 31.8%, situs internet 9.4%, majalah 3.8%, dan melalui berita 0.7%.
Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang yang dibuat oleh mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka). Umumnya, judul-judul yang sukses diangkat untuk dijadikan bentuk animasi seperti Naruto, Bleach dan One Piece dan dibuat versi manusianya (Live Action) seperti Death Note, Detektif Conan, dan GeGeGe no Kintaro. Manga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa di negara-negara di luar Jepang. Untuk beberapa negara, terdapat sebutan tersendiri untuk menyebut komik yaitu Manhua untuk China/Hongkong/Taiwan dan Manhwa untuk Korea.
Scanlation adalah hasil dari proses pengimbasan, terjemahan, suntingan dan pengedaran komik dari bahasa asing ke bahasa lainnya. Scanlation lazimnya diedarkan secara gratis melalui internet. Scanlation bermula akibat kurangnya pengeluaran manga di luar Jepang. Impor manga dari Jepang sangat mahal, dan pengetahuan bahasa Jepang sangat diperlukan untuk memahaminya. Banyak grup scan menerjemahkan secara amatir, dan seperti fansub, diedarkan secara gratis melalui internet.
Fansub (kependekan dari fan-subtitled) adalah versi dari acara televisi yang telah dialihbahasakan oleh para penggemar dan telah diberi teks terjemahan dalam bahasa selain bahasa aslinya secara amatir. Karena tindakan pendistribusian "materi yang disubtitle oleh fan" merupakan pelanggaran hak cipta di beberapa negara, implikasi dari kegiatan produksi, distribusi, dan menonton fansub adalah topik yang penuh kontroversi sepanjang masa, meskipun faktanya kelompok fansub tidak mengambil keuntungan finansial dari kegiatan mereka, dan dalam banyak kasus menghentikan distribusi apabila pekerjaan mereka menjadi materi terlisensi dalam region bersangkutan.
Banyak seri fansub anime dihasilkan karena proses lokalisasi menyebabkan kekakuan dalam terjemahan resmi. Menurut satu survei, hanya 9% dari penggemar lebih suka versi dubbing lebih dari terjemahan; beberapa penggemar percaya bahwa proses lokalisasi menurunkan kualitas anime dan dengan demikian mereka lebih condong kepada fansub yang mempertahankan bentuk murni budaya Jepang; namun terkadang masih merasa bahwa ada sesuatu yang kurang dalam terjemahan yang mendorong pemahaman bahasa Jepang yang lebih mendalam secara individual.
Kenyataannya sekarang, pengguna bahasa Inggris fasih yang memiliki pengetahuan cukup mengenai bahasa Jepang lebih dipilih sebagai penerjemah dibanding dengan pengguna bahasa Jepang fasih yang memiliki pengetahuan cukup mengenai bahasa Inggris, karena sintaks dari kelompok kedua cenderung kaku. Editor Del Rey Manga menemukan banyak bakat mereka melalui konvensi.
Istilah-istilah budaya bahasa Jepang sangat terintegrasi secara baik dalam anime dan manga. Selama konvensi Fanime, pendatang baru menyatakan kebingungan terhadap beberapa pengumuman karena dia tidak dapat memahami kata-kata Jepang yang digunakan. Seiring dengan penggemar yang semakin mahir dalam bahasa Jepang, mereka menjadi lebih kritis terhadap kualitas terjemahan, menimbulkan kritik-kritik terhadap terjemahan yang berbeda dari serangkaian kelompok fansub yang berbeda.
Penggemar tertarik untuk belajar tentang sebutan kehormatan Jepang dari anime dan manga. Perusahaan seperti Del Rey Manga dan GoComi menambahkan catatan penjelasan sebutan kehormatan dan kata-kata lain, juga konsep-konsep yang tidak dapat diterjemahkan dengan baik dengan bahasa lain sebagai salah satu langkah pengenalan budaya Jepang. Penggemar berat anime manga juga termotivasi untuk tidak melewatkan lelucon dan pelesetan kata yang hadir di anime dan manga Jepang. Kenyataannya, penggemar mengungkapkan setidaknya keinginan untuk belajar bahasa Jepang, tetapi biasanya memilih untuk tidak melakukannya, baik karena kendala waktu atau rumor mengenai kesulitan yang ada dalam proses pembelajaran bahasa Jepang seperti pemahaman grammar, pungtuasi (tanda baca), dan sebagainya.
Dalam poling yang diadakan di situs Baka-Updates Manga dari 3-9 Agustus 2008 yang dipartisipasi oleh 9998 penggemar anime manga, 58.3% menyatakan terinspirasi untuk belajar bahasa Jepang, diikuti oleh 9.7% bahasa Inggris, 1.4% bahasa Korea, dan 1.3% bahasa Cina. 7.9% mempelajari lebih dari satu bahasa, meskipun 10.6% menyatakan tidak mencoba belajar karena terlalu sulit, dan 10.9% telah mencoba namun gagal. Hal ini dengan jelas menyatakan bahwa budaya yang terdapat dalam anime dan manga sangat mempengaruhi pemikiran penyerap budaya. Peminat bahasa dan budaya Jepang terus meningkat seiring kemajuan dunia manga dan anime.
Berikut adalah beberapa contoh penggunaan bahasa dan budaya Jepang yang menjadi ketertarikan tersendiri dari anime manga selain plot dan keindahan karakternya dari segi semiotika:
- Pelesetan kata. Contohnya dalam Seitokaichou ni Chuukoku OVA 2: “Are you afraid?” “No, I’m not (chigakute), Chiga…” yaitu dua kata yang hampir sama namun memiliki makna dan cara tulis yang berbeda. Dalam hal ini adalah dari penggunaan kanji chigau (違う) dan chiga (泰広) yang merupakan nama orang.
- Akronim. Contohnya AV – adult video, LA – live action, OVA – original video animation atau OAV – original animation video yang merupakan kependekan yang diambil berdasarkan inisial kata. Dalam hal ini, AV, LA, dan OVA/OAV adalah jenis media hiburan yang terkenal di Jepang.
- Abreviasi (contohnya: JP – Japan, Universitas Tōkyō/ Tōkyō Daigaku – Tōdai, Tokyo Shibaura – Toshiba, Nippon Sangyo – Nissan). Abreviasi kata diambil dari kanji pertama dari tiap kata. Dalam hal ini, Tōdai merupakan universitas yang paling terkenal di Jepang dan Toshiba dan Nissan merupakan merek mobil yang telah terkenal di dunia. Lainnya adalah abreviasi barang sehari-hari yaitu eakon (エアコン) dari eakondishonaa (エアコンディショナー) untuk air conditioner, terebi (テレビ) dari terebijon (テレビジョン) untuk television, toire (トイレ) dari toiretto (トイレット) untuk toilet. Orang Jepang selalunya memendekkan kata-kata yang panjang dengan tujuan memudahkan penggunaan kata dalam percakapan, umumnya untuk bahasa serapan.
- Panggilan kehormatan. Contohnya –san (―さん) ditujukan kepada lelaki atau perempuan secara formal berdasarkan kefamiliaran kedua pihak; -chan (―ちゃん) umumnya ditujukan kepada anak bayi, anak kecil, binatang lucu, dan sebagainya; -kun (―くん) ditujukan bagi anak lelaki dan dari senior kepada junior.
- Istilah budaya bahasa Jepang contohnya ikebana (生花) yaitu seni merangkai bunga; kemono (ケモノ) adalah genre seni Jepang mengenai desain karakter hewan antropomorfik yang mencolok; ecchi (エッチ) yang diambil dari cara pembacaan bahasa Jepang huruf roman “H” yang mewakili huruf pertama kata hentai (nakal, mesum) yang digunakan sebagai penilaian konten yang mengandung vulgarisme, yang tidak bisa diterjemahkan dengan baik ke bahasa lain tanpa mengurangi nilai budaya Jepang.
Anime dan manga telah mengilhami banyak orang muda untuk belajar tentang budaya Jepang, dan komunitas penggemar anime manga mendorong orang untuk melakukannya. Di masa lalu, ada penghinaan bagi fans yang belum belajar tentang budaya Jepang, tetapi karena jumlah pendatang baru dan penggemar tumbuh, penghinaan ini beranjak menghilang.
Peningkatan kontak dengan orang Jepang sebagai hasil dari fansub telah mendorong interaksi antarbudaya dengan mempromosikan komunikasi sehari-hari antara orang-orang di tempat-tempat seperti forum internet yang memungkinkan orang untuk belajar lebih banyak tentang budaya Jepang.
Forum internet merupakan sarana besar dan amat populer di kalangan penggemar. Di forum internetlah para penggemar dapat berbagi berbagai macam hal seperti pengalaman menghadiri konvensi anime, kesulitan memahami bahasa Jepang sehingga dapat saling membantu dalam belajar bahasa Jepang, bermain pelesetan kata, sampai yang tidak mungkin terlupakan, berbagi anime manga untuk didownload. Forum juga merupakan salah satu tempat untuk mencari penerjemah, editor, dan lainnya yang diperlukan fansub dan grup scanlator mengingat masih sedikit penerjemah amatir yang memiliki kualitas yang diharapkan oleh pembaca.
REFERENSI (Diakses pada 30 Oktober 2010)
http://id.wikipedia.org/wiki/Anime
http://id.wikipedia.org/wiki/Manga
http://id.wikipedia.org/wiki/Fansub
http://en.wikipedia.org/wiki/Scanlation
http://en.wikipedia.org/wiki/Anime_and_manga_fandom
http://www.mangaupdates.com/poll.html?act=old_polls
http://www.scribd.com/doc/17713597/BRENNER-Robin-E-Understanding-Manga-and-Anime
