Fenomena Mudik
Mudik adalah suatu proses budaya dan kebiasaan yang umumnya dilakukan perantau untuk kembali pulang ke kampung halamannya untuk bersilaturahmi melepaskan rindu, sekaligus, tanpa disadari, bertukar kebudayaan.
Indonesia merupakan keturunan Melanesia yang berasal dari yunani, China. Nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai bangsa pengembara. Mereka mengembara untuk mencari sumber penghidupan dan mereka akan menetap di daerah yang cocok untuk pertanian maupun peternakan. Mudik terjadi sejak zaman dahulu dimana kegiatan seperti ritual penyembahan terhadap arwah nenek moyang menjadi alasan perantau kembali ke tanah leluhur mereka. Mereka pergi berbondong-bondong meninggalkan rumah untuk kembali ke tanah asalnya pada bulan-bulan yang dianggap baik. Karena saat itu agama belum berkembang, animisme dan dinamisme menjadi latar belakang kegiatan mudik.
Mudik merupakan kebiasaan yang penting, bahkan impian, bagi perantau karena dengan kembalinya perantau ke kampung halaman, mereka dapat merasakan kembali rasa kasih sayang keluarga yang ditinggal jauh untuk beberapa waktu yang lama, sekaligus melepaskan rasa stres kehidupan kota. Kehidupan sosial di kampung lebih kental rasa persaudaraannya dibanding di kota sehingga harkat dan nilai kemanusiaan akan terbangkitkan kembali dengan sendirinya.
Perantau pergi bermudik pada hari-hari besar seperti Hari Raya Lebaran, Natal, dan libur panjang sekolah. Beberapa memilih waktu yang lebih awal atau akhir untuk menghindari arus macet dan kenaikan biaya transportasi pada musim mudik.
Pemudik dari kota secara tidak langsung telah menjadi duta kota yang membawa berbagai macam hal baru yang berbau modern ke desa. Hal tersebut membawa banyak pengetahuan baru bagi mereka yang jauh dari kota mengenai arti dari kesuksesan, kerja keras, dan betapa tertinggalnya mereka dari kemajuan globalisasi.
SKI Mudik
Friday, October 22, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 コメント:
Post a Comment