skip to main | skip to sidebar

ようこそ。。。

My Photo
パラミタ
Bandung, West Java, Indonesia
Avatar credit: anjichan @ LJ.
View my complete profile

ラベル

  • 順中級会話 (1)
  • driving lesson (2)
  • guiding (2)
  • Junjokyu Nihongo (3)
  • kewirausahaan (2)
  • KKNM (1)
  • Quiz (6)
  • TBI (1)
  • 会話 (1)
  • 会話LL (1)
  • 作文 (2)
  • 初級会話 (6)
  • 実践会話 (1)
  • 実践会話LL (1)
  • 宿題 (18)
  • 日本文学入門 (1)
  • 日本文学概論 (1)
  • 日本語学 (3)
  • 日記 (2)
  • 翻訳論 (1)
  • 順中級会話 (15)

思い出す。。。

  • August 2013 (2)
  • May 2013 (1)
  • April 2013 (1)
  • February 2013 (1)
  • December 2012 (4)
  • October 2012 (1)
  • September 2012 (1)
  • June 2012 (2)
  • April 2012 (2)
  • March 2012 (2)
  • February 2012 (1)
  • January 2012 (1)
  • December 2011 (2)
  • October 2011 (1)
  • September 2011 (1)
  • May 2011 (5)
  • April 2011 (2)
  • March 2011 (3)
  • January 2011 (1)
  • November 2010 (1)
  • October 2010 (3)
  • September 2010 (1)
  • June 2010 (19)

リンクス

  • Facebook
  • LiveJournal

友達

Plurk

Plurk.com

Questioning My Sanity

Some posts about school stuff...

Tugas Nihonbungaku Nyuumon # Sonezaki Shinjū & Bunraku

Saturday, May 28, 2011

A/N: PLEASE DO NOT, IN ANY CIRCUMSTANCES, COPY PASTE MY HARDWORK WITHOUT ASKING FOR MY PERMISSION FIRST. THANK YOU FOR UNDERSTANDING.

PARAMITHA NURAPRILIANI
SASTRA JEPANG 09 UNPAD
180610090065
Bクラス

THE LOVE SUICIDE AT SONEZAKI (SONEZAKI SHINJŪ)

The Love Suicides at Sonezaki (Sonezaki Shinjū) adalah pertunjukan cinta-bunuh diri yang diciptakan oleh Chikamatsu Monzaemon. Meskipun bukan yang paling pertama (yang kemungkinan adalah permainan boneka The Soga Successors di tahun 1683) ataupun yang paling populer (The Battles of Coxinga), karyanya yang satu ini populer dengan "tragedi rumah tangga" atau "pertunjukan domestik" (sewamono) seperti yang Donald Keene karakterisasikan mengenai pertunjukan-pertunjukan non-historis.
Pada bulan keempat tahun 1703, seorang asisten sebuah firma Hirano di Osaka bunuh diri bersama seorang pelacur bernama Ohatsu di daerah Kuil Sonezaki. Dalam jeda waktu dua minggu, pertunjukan boneka karya Chikamatsu ditampikan di Teater Takemoto. Karya ini merupakan karya pertama Chikamatsu mengenai cinta-bunuh diri, dan merupakan salah satu karya terbaiknya. Puisi perjalanan sepasang kekasih di dalamnya sangat terkenal, dan pada kenyataannya merupakan satu dari bait-bait yang paling indah dalam sastra Jepang.
Pertunjukan ini pertama kali ditampilkan pada 20 Juni 1703. Dihidupkan kembali pada tahun 1717 dengan adegan-adegan tambahan yang ditambahkan oleh Chikamatsu, seperti hukuman untuk penjahat, tapi versi yang biasanya diterjemahkan dan ditampilkan adalah versi 1703.
The Love Suicide at Sonezaki merupakan pertunjukan pendek dalam tiga adegan, dipentaskan selama sehari semalam. Dua karakter utamanya adalah pedagang muda yatim bernama Tokubei (yang bertransaksi dalam perminyakan, kemungkinan minyak kedelai) dan pelacur, Ohatsu, dimana mereka saling mencintai.

Adegan Pertama
Dalam adegan pertama, Tokubei dan salah satu pekerja "firma Hirano di Jalan Uchihon" sedang melakukan ronde rutin: memberikan dagangan dan mengumpulkan tagihan. Saat itu, Tokubei bertemu dengan Ohatsu yang ia cintai di Kuil Ikudama (di Osaka). Ohatsu menyatakan kekesalannya kepada Tokubei atas perilakunya yang dingin dengan tidak mengunjungi dan menulis surat dalam beberapa waktu, dan juga karena tidak meluahkan masalah yang sedang dialami Tokubei kepadanya.
Tergerak oleh permohonannya, Tokubei menceritakan segalanya pada Ohatsu. Pemilik perusahaan di mana Tokubei bekerja adalah paman Tokubei. Kagum akan kinerja Tokubei yang jujur dan stabil, dia ingin menikahkan keponakan istrinya kepada Tokubei. Namun, karena Tokubei mencintai Ohatsu, ia menolak dengan halus tawaran pamannya. Pamannya tidak mau menerima keputusan Tokubei dan terus berusaha untuk meyakinkan Tokubei untuk menyetujui perjodohan tersebut. Ia mengusulkan perjodohan tersebut kepada ibu tiri Tokubei, yang harus setuju; dia langsung setuju dan kembali ke kampung halamannya – membawa bersamanya mahar mewah yang disediakan pamannya sejumlah dua kamme (satu satuan ukuran untuk perak. Dua kamme adalah jumlah yang signifikan. Dalam tulisannya di tahun 1960-an, Donald Keene menyatakan bahwa dua kamme setara dengan $1000).
Perjanjian tersebut tidak diketahui oleh Tokubei sampai pamannya mencoba untuk mendorongnya untuk menikah. Tokubei membuat penolakannya tegas dan mutlak setelah itu. Pamannya sangat marah dan memecat Tokubei dari perusahaan, menuntut kembalinya dua kamme yang tidak dimiliki oleh Tokubei, dan mengatakan bahwa ia akan mengasingkan Tokubei dari Osaka.
Tokubei pergi ke desanya dan akhirnya dengan bantuan penduduk desa, berhasil memaksa ibu tirinya menyerahan dua kamme yang diberikan pamannya dan kembali ke Osaka.
Sesaat setelah ia kembali, Tokubei dimintai bantuan oleh teman dekatnya selama bertahun-tahun, "Kuheiji si pedagang minyak", yang mengatakan pada Tokubei bahwa ia sangat membutuhkan pinjaman dua kamme atau dia tidak akan mampu memenuhi tagihan bulanan dan akan jatuh bangkrut.
Karena Tokubei sangat baik hati dan tidak benar-benar perlu mengembalikan dua kamme tersebut sampai beberapa hari setelah Kuheiji berjanji untuk mengembalikan uang, dia meminjamkan dua kamme itu kepada Kuheiji.
Setelah ia selesai menceritakan segalanya pada Ohatsu, Tokubei melihat Kuheiji memasuki pekarangan kuil, berjalan di depan sekumpulan orang. Tokubei tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk meminta Kuheiji membayar kembali pinjamannya yang sekarang sudah lebih dari tempo yang dijanjikan.
Kuheiji menyangkal bahwa dia memiliki hutang kepada Tokubei. Ketika Tokubei menyodorkan bukti perjanjian hutang Kuheiji yang disertai segelnya, Kuheiji menganggapnya sebagai upaya pemerasan, mengungkapkan bahwa sebelum ia bisa mencap perjanjian tersebut, ia telah melaporkan segel itu hilang.
Tokubei menyadari bahwa ia telah tertipu habis-habisan dan kemudian menyerang Kuheiji. Namun ia dipukuli oleh Kuheiji dan para pengikutnya.

Adegan Kedua
Sementara Tokubei yang sudah mulai pulih dari pukulan kembali dengan sedih ke tempat Ohatsu bekerja, Temma House, Kuheiji menuju ke sana untuk membanggakan kekayaan barunya, setelah sibuk menyebarkan cerita mengenai Tokubei yang mencoba memeras uang dari Kuheiji.
Ohatsu menyembunyikan Tokubei di bawah jubahnya ketika Kuheiji dan beberapa temannya dengan angkuh melangkah masuk. Kuheiji dengan percaya diri menyatakan bahwa Tokubei sudah pasti akan dieksekusi atau diasingkan, dan dia kemudian akan memiliki Ohatsu untuk dirinya sendiri. Ohatsu dan Tokubei berkomunikasi melalui tangan dan kaki mereka. Mereka memutuskan untuk mati bersama pada hari itu.
Scene dua diakhiri dengan mereka berdua menyelinap keluar melewati pelayan yang tertidur saat menjaga pintu.

Adegan Ketiga
Scene tiga dimulai dengan dialog panjang dan puitis antara dua kekasih (di mana narator menyelipkan komentar meratapi sesekali). Keduanya pergi ke Hutan Tenjin (Tenjin yang merupakan Sugawara Michizane). Di kuil Sonezaki, ada sebuah pohon yang tidak biasa di mana palem dan pinus tumbuh di batang yang sama (pohon ini sudah lama mati). Mereka memutuskan untuk bunuh diri di dekat pohon tersebut.
Tokubei mengikat Ohatsu ke pohon. Memikirkan dirinya harus membunuh orang yang dia cintai membuat tusukan demi tusukan yang dia layangkan dengan pisau cukur yang dibawa Ohatsu tidak juga mengenai sasaran, tapi kemudian pisau cukur itu mengenai tenggorokan Ohatsu, dan ia perlahan-lahan mulai sekarat. Tapi sebelum Ohatsu menghembuskan nafas terakhirnya, Tokubei menusukkan pisau cukur itu ke lehernya sendiri dan keduanya mati bersama-sama.
 
BUNRAKU

Bunraku (文楽), juga dikenal sebagai Ningyō jōruri (人形净瑠璃), adalah teater boneka tradisional Jepang, didirikan di Osaka pada tahun 1684.
Tiga jenis pemain dalam pertunjukan Bunraku:
1. Ningyōtsukai atau Ningyōzukai - dalang
2. Tayū - penyanyi
3. Pemain shamisen
Kadang-kadang, instrumen lainnya seperti drum taiko turut digunakan.
Istilah yang paling akurat untuk menyebut teater wayang tradisional di Jepang adalah ningyō jōruri. Kombinasi dari nyanyian dan permainan shamisen disebut jōruri dan kata dalam bahasa Jepang untuk wayang (atau boneka, pada umumnya) adalah ningyō.
Perwayangan Bunraku telah menjadi aktivitas tradisional yang terdokumentasi di masyarakat Jepang selama ratusan tahun.

Sejarah
Awalnya, istilah "Bunraku" merujuk hanya untuk teater tertentu yang didirikan pada tahun 1872 di Osaka yang bernama Bunrakuza setelah ansembel (pertunjukan musik kelompok) Uemura Bunrakuken (植村文楽轩), sebuah perwayangan di Awaji pada awal abad ke-19, yang dalam upayanya telah berhasil menghidupkan kembali teater boneka tradisional di abad ke-19.
Teater Bunraku Nasional Jepang, yang merupakan keturunan dari teater yang didirikan oleh Bunrakken, kemudian mempopulerkan nama "Bunraku" di abad ke-20 yang mana sampai sekarang banyak orang Jepang menggunakan istilah tersebut untuk menyebut teater wayang tradisional manapun di Jepang.
Namun, hampir semua kelompok wayang tradisional yang saat ini ada di luar Osaka telah didirikan dan diberi nama jauh sebelum munculnya Uemura Bunrakukken dan teaternya, sehingga mereka tidak menggunakan kata itu untuk menggambarkan kelompok mereka. Pengecualian adalah beberapa kelompok yang diorganisasi oleh dalang-dalang dari Bunraku-za atau pengganti-penggantinya yang meninggalkan Osaka untuk mencari teater di provinsi-provinsi.
 
Elemen dalam bentuk
Boneka Bunraku terdapat dalam berbagai ukuran dari dua setengah sampai empat kaki tingginya atau lebih, tergantung pada umur dan jenis kelamin dari karakter dan konvensi spesifik kelompok wayang. Berdasarkan tradisi, boneka Osaka cenderung agak lebih kecil secara keseluruhan, sedangkan boneka Awaji merupakan beberapa produksi yang terbesar karena pembuatannya cenderung dilakukan di luar ruangan.
Kepala dan tangan boneka tradisional diukir oleh para spesialis, sementara tubuh dan kostum sering dibuat oleh dalang-dalang. Mekanisme kepala boneka amat canggih. Dalam pertunjukan bertemakan supranatural, boneka dapat diatur sehingga wajahnya dengan cepat dapat berubah menjadi wajah iblis. Kepala yang kurang kompleks dari itu memiliki mata yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah, sisi ke sisi atau menutup, dan hidung, mulut, dan alis yang bergerak.
Kontrol untuk semua gerakan bagian kepala terletak di pegangan yang memanjang ke bawah dari leher wayang dan dicapai oleh dalang utama dengan memasukkan tangan kiri ke dada wayang melalui lubang di belakang tubuh.
Dalang utama, omozukai, menggunakan tangan kanan mereka untuk mengontrol tangan kanan boneka. Dalang kiri, dikenal sebagai hidarizukai atau sashizukai, tergantung tradisi kelompok, memanipulasi tangan kiri boneka dengan tangan kanan dalang dengan batang kendali yang memanjang kebelakang dari sikut boneka. Dalang ketiga, ashizukai, mengoperasikan bagian kaki. Dalang memulai latihan mereka dengan mengendalikan kaki, lalu tangan kanan, sebelum bisa berlatih sebagai dalang utama. Proses ini dapat berlangsung selama 30 tahun.
Semua kecuali karakter-karakter kecil memerlukan tiga dalang yang tampil di hadapan penuh penonton, umumnya mengenakan jubah hitam. Dalam beberapa tradisi, semua dalang memakai tudung hitam di atas kepala mereka, sementara yang lain, termasuk Teater Nasional Bunraku, membiarkan dalang utama tanpa tudung yang dikenal sebagai dezukai. Bentuk kerudung dalang juga bervariasi, tergantung pada sekolah dalang tersebut.
Biasanya pelantun/penyanyi tunggal membacakan semua bagian karakter, mengubah level tinggi rendahnya suara untuk beralih menyuarakan berbagai karakter. Namun, terkadang beberapa pelantun digunakan. Pelantun/penyanyi duduk di sebelah pemain shamisen di platform bergulir, dan dari waktu ke waktu, platform bergerak memutar, membawa musisi pengganti untuk adegan berikutnya.
Shamisen yang digunakan dalam Bunraku memiliki suara yang berbeda dari shamisen lain. Pitch lebih rendah, dan memiliki nada yang lebih lengkap.
Bunraku memiliki banyak kesamaan tema dengan Kabuki. Bahkan, banyak pertunjukan diadaptasi oleh aktor di Kabuki dan kelompok wayang di Bunraku. Bunraku terutama dikenal dengan pertunjukan cinta-bunuh dirinya. Cerita tentang empat puluh tujuh ronin juga terkenal baik di Bunraku maupun Kabuki.
Bunraku adalah teater milik penulis, sebagai lawan Kabuki, yang merupakan teater milik pemain. Dalam Bunraku, sebelum pertunjukan, penyanyi mengangkat teks dan memberi hormat dengan menunduk pada teks tersebut, berjanji untuk mengikutinya (teks) dengan setia. Dalam Kabuki, para aktor memasukkan pun (lelucon dimana kata yang digunakan memiliki bunyi yang sama namun arti yang berbeda) pada nama mereka, ad-libs, referensi kejadian kontemporer dan hal-hal lain yang menyimpang dari naskah.
Penulis drama Bunraku yang paling terkenal adalah Chikamatsu Monzaemon. Dengan lebih dari 100 pertunjukan mengkreditkan Chikamatsu, beliau terkadang disebut Shakespeare Jepang.
Perusahaan Bunraku, artis, dan pembuat wayang telah dianggap sebagai "Living National Treasures" dalam program Jepang untuk melestarikan budaya.

Bunraku masa kini
Osaka adalah rumah dari kelompok yang didukung pemerintah di Teater Nasional Bunraku. Kelompok menampilkan lima atau lebih pertunjukan setiap tahun, masing-masing berjalan selama dua hingga tiga minggu di Osaka sebelum pindah ke Tokyo untuk mengadakan pertunjukan di Teater Nasional. Kelompok Teater Nasional Bunraku juga mengadakan tur di Jepang dan kadang-kadang di luar negeri.
Sampai akhir 1800-an ada ratusan kelompok profesional, semi-profesional, dan amatir lainnya di seluruh Jepang yang mempertunjukkan drama wayang tradisional.
Sejak akhir Perang Dunia II, jumlah kelompok-kelompok telah menurun menjadi kurang dari 30, sebagian besar hanya mengadakan pertunjukan sekali atau dua kali setahun, sering bersamaan dengan perayaan festival lokal. Beberapa kelompok regional, terus mengadakan pertunjukan secara aktif.
Kelompok wayang Awaji, terletak di Pulau Awaji sebelah barat daya Kobe, mengadakan pertunjukan pendek harian dan pertunjukan yang lebih ekstensif di teater milik mereka dan telah melakukan tur ke Amerika Serikat, Rusia dan tempat lain di luar negeri.
Kelompok wayang Bunraku Tradisional Tonda dari Prefektur Shiga, didirikan pada tahun 1830-an, telah melakukan tur di Amerika Serikat dan Australia sebanyak lima kali dan telah aktif dalam program-program akademik di Jepang untuk mahasiswa universitas Amerika yang ingin berlatih di perwayangan tradisional Jepang.
Kelompok Wayang Imada, yang telah mengadakan pertunjukan di Perancis, Taiwan, dan Amerika Serikat, serta Kelompok Wayang Kuroda terletak di kota Iida di Nagano. Kedua kelompok, yang menelusuri kembali sejarah mereka lebih dari 300 tahun, sering mengadakan pertunjukan dan juga aktif dalam membina dalang-dalang generasi baru dan memperluas pengetahuan perwayangan melalui program pelatihan di sekolah menengah setempat dan dengan mengajar mahasiswa universitas Amerika dalam program akademik di musim panas di teater rumah mereka.
Peningkatan minat kepada Bunraku telah memberikan kontribusi terhadap pembentukan kelompok wayang tradisional Jepang pertama di Amerika Utara. Sejak tahun 2003, Kelompok Wayang Teluk Bunraku, yang saat ini berbasis di University of Missouri di Columbia, Missouri, telah mengadakan pertunjukan di berbagai tempat di Amerika Serikat, termasuk Pusat Kennedy untuk Pertunjukan Seni dan Institusi Smithsonian, serta Jepang. Mereka juga tampil bersama Kelompok Wayang Imada. Pusat Seni Perwayangan di Atlanta, Georgia memiliki banyak ragam boneka Bunraku dalam koleksi Asia mereka, Koleksi Asia di Pusat Seni Perwayangan.

Bunraku di Barat
Di Eropa dan Amerika, istilah "Bunraku" sering digunakan antara dalang-dalang untuk menggambarkan wayang yang dimanipulasi dengan cara yang sama dengan yang ada di teater Bunraku tradisional Jepang, berbeda dengan boneka tangan, boneka batang, wayang kulit, atau boneka. Karakteristik Barat "Bunraku" biasanya meliputi beberapa dalang wayang yang terlihat yang memanipulasi boneka secara langsung. Elemen lainnya meniru teater tradisional Bunraku mungkin ada. Dalang-dalang Barat telah menemukan istilah yang tepat untuk menggambarkan boneka tradisional Jepang yang unik.

Suara dan musik
Penyanyi dan pemain shamisen menyediakan musik latar yang penting dalam Bunraku. Dalam kebanyakan pertunjukan, hanya seorang musisi dan pelantun yang memainkan musik untuk satu adegan. Harmoni antara dua musisi adalah sebuah kriteria penting yang menentukan kualitas kontribusi mereka terhadap pertunjukan.

Tayu (pelantun)
Peran dari "Tayu" adalah untuk mengekspresikan emosi dan kepribadian boneka. "Tayu" tidak hanya menyuarakan masing-masing karakter, tetapi juga sebagai narator.
Terletak di sisi panggung, "Tayu" secara fisik menunjukkan ekspresi wajah masing-masing karakter sambil menyuarakan setiap karakter dengan suara yang seharusnya. Secara simultan, membedakan suara antara karakter dengan melebih-lebihkan emosi dan suara mereka. Hal ini juga dilakukan untuk memaksimalkan aspek emosional bagi para penonton.

Pemain shamisen
Dalam Bunraku, shamisen yang terbesar yaitu futo-zao shamisen, dan yang terendah pun digunakan. Shamisen tersebut ramping dan mereka cenderung membawa butt plugs bersama setiap saat.

Orkestra
Instrumen yang paling sering digunakan adalah seruling, khususnya "shakuhachi", "koto" dan berbagai instrumen perkusi.

Boneka Bunraku

Kepala
Kepala boneka ("kashira") terbagi dalam kategori menurut jenis kelamin, kelas sosial dan kepribadian. Kepala tertentu diciptakan untuk peran-peran tertentu, yang lain dapat digunakan untuk berbagai pertunjukan dengan mengubah pakaian dan cat. Kepala dicat ulang dan dipersiapkan sebelum pertunjukan.
Penyusunan rambut merupakan seni tersendiri. Rambut membedakan karakter dan juga bisa menunjukkan ciri-ciri kepribadian tertentu. Rambut terbuat dari rambut manusia dengan ekor yak ditambahkan untuk menciptakan volume. Semuanya kemudian disusun di plat tembaga. Untuk memastikan bahwa kepala boneka tidak rusak, sentuhan terakhir gaya rambut dibuat dengan air dan lilin lebah, bukan minyak.
 
Kostum
Kostum dirancang oleh master kostum dan terdiri dari serangkaian pakaian dengan berbagai warna dan pola. Pakaian ini biasanya termasuk ikat pinggang dan ikat leher serta di bawah jubah (juban), sebuah kimono dalam (kitsuke), rompi (haori) atau jubah luar (uchikake). Untuk menjaga kostum tetap halus, kostum dilapisi dengan kapas.
Apabila pakaian boneka telah rusak atau kotor, pakaian diganti oleh dalang. Proses memakaikan baju boneka oleh dalang disebut koshirae.

Teks dan boneka
Tidak seperti Kabuki, yang menekankan semata-mata kinerja aktor, Bunraku menunjukkan elemen presentasi (secara langsung mencoba memancing respon tertentu) dan representasi (mencoba mengekspresikan ide atau perasaan penulis). Dengan demikian, perhatian diberikan kepada aspek visual dan musik dari boneka-boneka serta kinerja pertunjukan dan teks. Oleh itu, setiap bagian dimulai dengan upacara di mana Tayu berjanji setia dalam menafsirkan teks, posisi di balik podium berdekor. Teks juga dihadirkan pada awal setiap adegan.

Panggung
Panggung musisi-Yuka: Ini adalah tahap tambahan dimana gidayu-bushi dipertunjukkan. Bagian ini menonjol keluar ke area penonton di bagian kanan depan kursi. Di atasnya terdapat platform berputar khusus. Di sinilah pelantun dan pemain shamisen melakukan penampilan mereka, dan, ketika mereka selesai, bagian ini akan berputar sekali lagi, membawa mereka ke belakang panggung dan menempatkan para pemain selanjutnya di atas panggung.
Partisi (Tesuri) dan lubang besar (Funazoko): Di daerah antara panggung atas dan bawah, posisi tiga tahap, yang dikenal sebagai "pagar" (tesuri). Terletak di area belakang partisi kedua yang seringkali disebut lubang besar dan dimana dalang berdiri untuk memainkan boneka.
Tirai kecil (Komaku) dan Kamar Balik Layar (Misuuchi): Panggung ini terlihat dari sudut penonton, sisi kanan disebut kamite (panggung kiri), sementara sisi kiri disebut shimote (kanan panggung). Boneka diletakkan untuk muncul dan kemudian meninggalkan panggung melalui tirai hitam kecil. Layar gelap terletak di atas tirai-tirai kecil, dan mereka memiliki tirai khusus yang terbuat dari bambu sehingga penonton tidak bisa melihat ke dalam.

DAFTAR PUSTAKA

The Love Suicides at Sonezaki:
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Love_Suicides_at_Sonezaki

Bunraku:
http://en.wikipedia.org/wiki/Bunraku

The Love Suicide at Sonezaki, from Scene II
http://www.columbia.edu/cu/lweb/services/preservation/bunraku/play.htm

Anthology of Japanese Literature, Keene, 1960.

オーサー パラミタ @ 7:29 AM 0 コメント  

ラベル 宿題, 日本文学入門

順中級会話#5喫煙

パラミタ 「まったく、食堂ではタバコを吸うことは禁じられてるのに、タバコを吸ってる人の人数が多いですね。」
カリスマ 「まあ、規則を従う意識はそれぞれの自分から生まなきゃならないことです。でも、この様子じゃ、その意識が全然ないと思います。」
パラミタ 「そうですね、自分から始まらないとはね。。。その上、私たちは大学生なのに、こんな状態はとても思わしくないんです。」
カリスマ 「そう言われても、タバコは予想以上複雑な社会問題ですよ。」
パラミタ 「そうですね。。。今まではゴミとか洪水や暴走族に注力過ぎて考えられなかった。。。」
ネン 「ねえ、何を話しているんですか。」
カリスマ 「人が多いところに、おおっぴらでタバコを吸うことの話です。」
ネン 「へえ、そう言われたら、見るとここでも多いですね。タバコを吸ってる人が。。。」
パラミタ 「勝手に、タバコを吸うなんて、受動喫煙の人たちに思うことないのですかね。。。」
カリスマ 「その前に、受動喫煙だけでなく、そのタバコを吸ってる人の体にも悪いですよ。」
ネン 「そして人が多いところではタバコを吸うなんて人権違反ですよ。」
パラミタ 「私もそう思う。大気汚染はいつまでも悪いことですから。」
カリスマ 「ある研究発表にタバコを吸う効果の中に頭と性格が悪くなると知らされた、そして生まれたばかり赤ん坊にもその効果が見られるって事もあるんですって。」
ネン 「それは。。。ただの小さな問題ではないですね。。。なんか解決する方法を考えましょう。」
パラミタ 「そうね、かまうことも泣く人がたくさんいるとしても、その 「タバコをすわないでください」 の知らせをかかりつづけるほうがいい、出ないとあそこでタバコを吸う人の人数が増える可能性が高いです。」
ネン 「でも、おおっぴらでタバコを吸う人がいるときに忠告するほう効果的でしょう。」
カリスマ 「短い間にはそうけど。。。」
パラミタ 「まあ、そのタバコを吸ってる人はあそこでは禁止だと知らなかった可能性もあるでしょう。忠告されたらすぐやめるかもしれません。」
カリスマ 「そうだが。。。たまには忠告されたら怒る人もいるんですよ。。。実際経験があったんだ。。。」
パラミタとネン 「そうなんですか。」

オーサー パラミタ @ 6:57 AM 0 コメント  

ラベル 順中級会話

Faithful Analyst

Friday, May 27, 2011



Faithful Analyst


Confidence 96
Openness 4
Extroversion 26
Empathy 60
Trust in others 76
Agency 88
Masculinity 88
Femininity 42
Spontaneity 4
Attention to style 18
Authoritarianism 98
Earthy/Imaginative 86 (Earthy)
Functional/Aesthetic 22 (Functional)

You are an Analyst

Your attention to detail, confidence, sense of order, and focus on functionality combine to make you an ANALYST.

You are very curious about how things work, delving into the mechanics behind things.

Along those lines, how well something works is usually more important to you than what it looks like.

You find beauty and wonder mainly in concrete, functional, earthly things.

You are very aware of your own abilities, and you believe that you will find the best way of doing things.

Accordingly, problems do not intimidate you, as you believe in yourself.

You trust yourself to find solutions within the boundaries of your knowledge.

You don't spend a lot of time imagining how things could be different—you're well-grounded in the here-and-now.

It is important for you to follow a routine, and you prefer the familiar to the unknown.

Your independent streak allows you to make decisions efficiently and to trust your instincts

You much prefer to have time to plan for things, feeling better with a schedule than with keeping plans up in the air until the last minute. Your decisions are well thought out, and you're not the least bit impulsive.

You do your own thing when it comes to clothing, guided more by practical concerns than by other people's notions of style.

Generally, you believe that you control your life, and that external forces only play a limited role in determining what happens to you.

If you want to be different:

Try to embrace the imaginative, creative part of your personality more often.

Try moving beyond the things that you find comfortable—open yourself up to a broader range of experiences.

You are Faithful

Your trust in others, respect for tradition, and caring nature make you FAITHFUL.

Maintaining a few intimate relationships is more important to you than knowing a lot of people, and you share a lot with your close friends.

Those who have managed to get close to you value your camaraderie, and they know that they can trust you with anything; you're a good listener.

While you can usually see several sides of an argument, you often have a strong opinion as to which side is correct—the order of things is usually clear to you.

Your perspective on the world is based on careful observation, and you know a lot about how people feel in—and react to—many situations.

Your exploration of others' feelings has led you to believe that although people generally act appropriately, having clear social rules is very important to a functional society.

Time alone for reflection is important to you—you are introspective and aware of your own feelings.

Faithful is as faithful does—you expect those with whom you are close to be loyal to you, and you take betrayal of your trust very seriously.

If you want to be different:

Some of the alternate perspectives that you understand may have more value than you give them credit for—keep in mind that right and wrong aren't always so clear-cut.

While you are able to reap the benefits of your time alone, and may see interacting with a lot of people as more tiring than exciting, remember that there is a lot to be learned from experiencing things and not just reflecting on them.

http://www.personaldna.com/report.php?k=wCNemssVCJxrLdX-MH-DABCD-795e&u=1b8feb1e236a

オーサー パラミタ @ 8:58 AM 0 コメント  

ラベル Quiz

Seme or Uke?

Friday, May 20, 2011

30+ = Super Uke
21-30 = Uke
20 = Seme-uke (Seke)
10-19 = Seme
10- = Super Seme


[X] You like to be content in everything.
[ ] When a person confesses their love to you and you don't like them, you start feeling very tense and/or you don't know what to say.
[X] You enjoy listening to smooth and relaxing music.
[ ] You are quite hyperactive.
[ ] If you don't like something, you start crying and you don't care if you start talking too loud.
[X] You love candies or any type of caramel.
[ ] You like making others blush.
[ ] You sleep with a doll/teddy bear/pillow in your hand.
[ ] You're usually shy with the opposite gender.
[X] You like romantic-funny anime.
[ ] Between L or Light cosplay, you prefer L.
[ ] You have listened to "an café"
[ ] You like listening to it.
[ ] You have one or two songs on your computer of "an café".
[ ] You are innocent and/or a little clumsy.
[X] You smile at kitties.
[ ] You usually say "kawaii".
[ ] You like plushies.
[X] Between light blue and blue, you prefer light blue.
[X] You hate Paris Hilton because she is an idiot.
[ ] You have been lost in a shopping centre/parking/cinema.
[ ] You have called the mistaken number twice or more.
[ ] You cried with Pocahontas' ending.
[ ] You have used a very feminine dress or shirt.
[X] You call your pets cute names.
[X] You believe that yaoi is the best.
[X] You're easy to trick/convince.
[ ] Some men scare you.
[ ] You have seen Pucca and you like it.
[ ] You have pink/red clothes and they are decorated with flowers.
[ ] Sometimes you start looking at the clouds and you get lost in space.
[ ] You've said "kyao" or something like that before.
[ ] When a person of the same gender gets angry with you, you're at the defensive.
[X] You like j-pop.
[ ] You have cried for more than one movie/TV series.
[ ] You watched Gravitation and you felt like Shuichi or you watched Strawberry Panic and you felt like Nagisa.
[ ] You smile for no reason.
[X] You usually are very positive.
[ ] When there's a rainbow, you run out to see it.
[ ] You usually don't understand what your parents say.

Total: 12

HUUUHH? Oh, well :D

オーサー パラミタ @ 6:42 AM 0 コメント  

ラベル Quiz

順中級会話~健康封建

Thursday, May 12, 2011

政府は健康保険のことを使わなければならないについては賛成です。
健康保険があれば、心が安全になってきました。

オーサー パラミタ @ 7:53 AM 0 コメント  

ラベル 順中級会話

Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License

Creative Commons License